Senin, 02 April 2012

Salah Satu Karomah Syekh Abdul Qodir Al-Jailani r.a.


Diriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qodir pada waktu melewati suatu tempat, beliau bertemu dengan seorang umat Islam yang sedang bertengkar dan berdebat dengan seorang umat Nasrani. Beliau kemudian mendatangi kedua orang tersebut. "Ada apa gerangan hingga kalian menjadi tontonan di sekitar kalian?",tanya Syekh.
Kata seorang muslim,"Sebenarnya kami sedang membanggakan Nabi kami masing-masing, siapa diantara Nabi yang paling baik dan saya berkata kepadanya bahwa Nabi Muhammad saw yang paling utama. Sedangkan orang Nasroni mengatakan bahwa Nabi Isa yang paling sempurna".
Syekh bertanya kepada orang Nasroni,"Apa yang menjadi dasar dan apa pula dalilnya, kamu bisa mengatakan bahwa Nabi Isa lebih sempurna daripada Nabi yang lainnya?". Lalu orang Nasroni itu menjawab,"Nabi Isa mempunyai keistimewaan, beliau bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati". Syekh melanjutkan lagi pertanyaannya,"Apakah kamu tahu bahwa aku ini bukan Nabi, aku hanya sekedar penganut dan pengikut Agama Nabi Muhammad saw?". Kata orang Nasroni,"Ya benar saya tahu". Lebih jauh Syekh bertanya lagi,"Kalau sekiranya aku bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati, apakah kamu bersedia untuk percaya dan beriman kepada Agama Nabi Muhammad saw?". Baik, saya mau beriman kepada Agama Islam", jawab orang Nasroni itu. "Kalau begitu mari kita mencari kuburan, carikan saya kuburan yang paling tua dan paling angker",kata Syekh Abdul Qodir. Setelah mereka menemukan sebuah kuburan dan kebetulan kuburan itu sudah tua, sudah berusia lima ratus tahun.
Lalu dengan karomah yang beliau miliki, Syekh mendeteksi kalau kuburan yang dituju dulunya semasa hidupnya adalah penyanyi. "aku akan menghidupkan orang tersebut seperti semasa hidupnya (yaitu seorang penyanyi). Syekh mengulangi lagi pertanyaannya,"Nabi Isa kalau akan menghidupkan orang yang sudah mati bagaimana caranya?". Orang Nasroni menjawab,"Beliau cukup dengan mengucapkan,"Qum! bi-idznillah", artinya : "Bangun kamu dengan izin Allah". "Nah sekarang kamu perhatikan dan dengarkan baik-baik", kata Syekh, lalu beliau menghadap pada kuburan tadi sambil mengucapkan,"Qum! bi-idzni, artinya : "Bangun dengan izin ku". Mendengar ucapan itu orang Nasroni kaget dan heran dan kuburan itu terbelah dan bangunlah mayat dari kuburan sambil bernyanyi. Memang pada waktu hidupnya mayat itu seorang penyanyi. Melihat dan menyaksikan peristiwa yang aneh itu, seketika itu juga orang Nasroni berubah keyakinannya dan beriman masuk Agama Islam.

5 komentar:

  1. salam takzim sekhalis-khalisnya untuk sultonul arifin

    BalasHapus
  2. zaman sekarang apa bila di datangkan ma'unah (karomah) untuk kita jarang sekali kaum muslim mempercayainya apa lagi nasrani??, bisa kembali kita zaman nabi, karomah tadi di anggap sihir bagi mereka.

    BalasHapus
  3. Berlebihan.. Bahagialah orang2 yg berpikir

    BalasHapus
  4. Subhanalloh...allohu akbar

    BalasHapus